Monday, October 29, 2012

UN SMA

Ujian Nasional Sekolah menengah atas (disingkat SMA)/ Madrasah Aliyah (MA). Sekolah menengah atas (disingkat SMA), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.
Pada tahun kedua (yakni kelas 11), siswa SMA dapat memilih salah satu dari 3 jurusan yang ada, yaitu Sains, Sosial, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Lulusan SMA dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau langsung bekerja.

Pelajar SMA umumnya berusia 16-18 tahun. SMA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah – yakni SD (atau sederajat) 6 tahun dan SMP (atau sederajat) 3 tahun – maskipun sejak tahun 2005 telah mulai diberlakukan program wajib belajar 12 tahun yang mengikut sertakan SMA di beberapa daerah, contohnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul.
SMA diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan SMA negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, SMA negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota.

Sedangkan Madrasah Aliyah (MA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan sekolah menengah atas, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Pendidikan madrasah aliyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12.

Pada tahun kedua (yakni kelas 11), seperti halnya siswa SMA, siswa MA memilih salah satu dari 4 jurusan yang ada, yaitu Ilmu Alam, Ilmu Sosial, Ilmu-ilmu Keagamaan Islam, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (yakni kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (dahulu Ebtanas) yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan madrasah aliyah dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi umum, perguruan tinggi agama Islam, atau langsung bekerja. MA sebagaimana SMA, ada MA umum yang sering dinamakan MA dan MA kejuruan (di SMA disebut SMK) misalnya Madrasah aliyah kejuruan (MAK) dan madrasah aliyah program keterampilan.

Kurikulum madrasah aliyah sama dengan kurikulum sekolah menengah atas, hanya saja pada MA terdapat porsi lebih banyak muatan pendidikan agama Islam, yaitu Fiqih, akidah, akhlak, Al Quran, Hadits, Bahasa Arab dan Sejarah Islam (Sejarah Kebudayaan Islam).

Pelajar madrasah aliyah umumnya berusia 16-18 tahun. SMA/MA tidak termasuk program wajib belajar pemerintah, sebagaimana siswa sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.

Di Indonesia, kepemilikan madrasah aliyah dipegang oleh dua badan, yakni swasta dan pemerintah (madrasah aliyah negeri).

Thursday, October 25, 2012

LOMBA PMR TINGKAT WIRA (PERTOLONGAN PERTAMA)

A. Jenis Lomba
Lomba inti :
Pertolongan Pertama (PP)
Perawatan Keluarga (PK)
Cerdas Cermat (CC)
Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)
Dapur Umum (DU)
Lomba Alternatif:
Apresiasi Seni
Kontingen Favorit

B. Teknis Lomba Pertolongan Pertama
Teknis lomba mengacu pada Pedoman Pertolongan Pertama Edisi kedua cetakan ke empat tahun 2010.

Bentuk Perlombaan
Berupa tes tertulis, dan simulasi penatalaksanaan pertolongan pertama dalam tim yang dihadapkan dalam studi kasus

1. Peserta Lomba PP
Wira : Terdiri dari 7 orang, dengan komposisi bebas.

2. Keterampilan dan pengetahuan peserta :
Tingkat Wira:
Pembuatan tandu
Perdarahan dan Syok
Penilaian korban
Cidera jaringan lunak
Cidera jaringan otot rangka
Luka bakar
BHD dan RJP
Pembalutan dan pembidaian
Pertolongan korban banyak dan Triage
Pemindahan penderita
Kedaruratan medis

Perlengkapan regu yang harus dibawa :
Pembalut segitiga (mitela) ------ ( 20 buah )
Pembalut gulung ( 4cm x 4 m) ------ ( 6 buah )
Kasa steril (hidrofil) ------ ( 1 pak )
Bantalan kasa ------ ( min 3 buah )
Plester ------ ( 1 rol )
Kapas pembalut ------ ( 1 bungkus )
Gunting stainlees ------ ( 1 buah )
Pinset ------ ( 1 buah )
Peniti ------ ( 1 lusin )
Alkohol 70% ------ ( 1 botol )
Povidone Iodine ------ ( 1 botol )
Air mineral (600 ml) ------ ( 1 botol )
Tensimeter ------ ( 1 buah )
Stetoskop ------ ( 1 buah )
Senter/penlight ------ ( 1 buah )
Bidai ------ ( 1 set dan @ set =7 buah )
Selimut ------ ( 1 buah )
Sarung tangan lateks ------ ( 5 pasang )
Masker penolong ------ ( 5 buah )
Buku / catatan isi kotak atau tas PP ------ ( 1 buah )
Bulpoint ------ ( 3 buah )
Kartu pelaporan (disediakan panitia) ------ ( 2 lembar )
Kantong plastik (tempat sampah) ------ ( 3 buah )
Bendera PMI ------ ( 1 buah )
Tongkat 110 cm ------ ( 1 buah )
Tandu :
Bambu panjang ------ ( 2,25 m @2 buah )
Bambu pendek (penasat) ------ ( 0,6 m @ 2 buah )
Tali ------ ( 24 m (1gulung) / 12 m (2 gulung) )


3. Pos yang dilalui :
Pos Karantina :
Cek alat
Tes tulis
Pembuatan tandu
Pos MedisPos Ambulance
Pos Rumah Sakit

POS KARANTINA
Merupakan tempat untuk mengisolasi peserta, pemeriksaan peserta, kelengkapan regu, pembuatan tandu dan tes tulis.
Perintah untuk memasuki pos dilakukan oleh panitia.
Setiap regu atau peserta tidak diperkenankan:
Meninggalkan area isolasi
Berhubungan dengan pihak luar / official dengan alasan apapun (kecuali dengan izin panitia)
Membawa alat / perlengkapan yang tidak ditentukan oleh panitia.
Peserta akan dipanggil per 5 regu (3 wira), atau lebih melihat kondisi atau jumlah peserta berdasarkan urutan nomor regu. (Penentuan nomor urut tampil berdasarkan undian pada saat daftar ulang).
Setiap team akan dibagi ke dalam 3 kelompok, dengan ketentuan :
Wira : 3 orang untuk tes tulis, 2 orang untuk cek alat, 2 orang untuk pembuatan tandu.
Pelaku tes tulis, cek alat dan pembuatan tandu ditentukan sendiri oleh peserta.
Pos Tes Tulis :
Pada pos ini setiap team Wira diwakili oleh 3 orang yang akan menjawab 75 soal dan team madya diwakili 3 orang yang akan menjawab 50 soal.
Format soal Multiple Choice Question dan bersifat tertutup.
Waktu pelaksanaan maksimal 15 menit dilaksanakan serentak per shift
Materi soal seputar pertolongan pertama.
Pos Pembuatan Tandu:
Waktu maksimum 7 menit
Waktu pembuatan tandu dimulai setelah peserta lapor kepada juri.
Penilaian : Kekuatan, Kerapian dan Waktu pembuatan
Pos Pemeriksaan Tas Obat / Tas PP

Pada pos ini akan dilakukan pemeriksaan kelengkapan isi tas obat / tas PP yang dapat digunakan sebagai sarana lomba dan persyaratan lomba.
Pemeriksaan dilakukan oleh 2 anggota team (untuk wira).
Apabila perlengkapan regu yang dibawa melebihi ketentuan maka akan disita oleh panitia, dan apabila kurang dari ketentuan akan mengurangi nilai.
Waktu maksimum 10 menit (7menit untuk pemeriksaan alat, 3menit untuk menjawab 3 soal)
Waktu cek alat dimulai setelah peserta lapor kepada juri.
Setelah selesai dari pos karantina, semua anggota berkumpul dan melakukan undian posisi penolong.

POS MEDIS
Peserta akan dipanggil oleh koordinator pos untuk memasuki pos medis.
Ketua Tim / caraka melapor kepada koordinator pos.
Pertolongan yang dilakukan adalah pertolongan pertama yang diperlukan sesuai kondisi korban.
Komposisi penolong:
Wira : Komandan, Wakil komandan, Anggota A, Anggota B, Caraka, 2 orang korban.
Komposisi penolong diundi di pos karantina.
Penilaian bersifat terbuka.
Juri aktif.
Selama melakukan penanganan, peserta wajib mengkomunikasikan setiap tindakan kepada juri.
Apabila dalam penanganan ada tindakan yang tidak disebutkan maka dianggap tidak melakukan tindakan tersebut.
Mekanisme di POS MEDIS
Peserta menyiapkan regu dan melapor kepada Juri.
Waktu dimulai saat Timer memberi aba-aba “mulai”.
Waktu dihentikan, saat tandu diangkat.
Pos medis selama 20 menit (15 menit pertolongan + 5 menit evaluasi).
Mekanisme pertolongan tim pada korban:
Memperkenalkan diri
Minta izin
Penilaian keadaan
Penggunaan APD
Penilaian dini
Memulai Triage (untuk wira)
Pemeriksaan Respon:

Korban Respon
Periksa leher dan tulang belakang
Pemeriksaan Airway, Breathing, Circulation
Penilaian terarah (hemoragi terlihat) – langsung ditangani.
Pemeriksaan Fisik (Dimulai dari kepala, leher, batang tubuh, anggota gerak bawah, anggota gerak atas) + GSS
Periksa tanda-tanda vital.
K-O-M-P-A-K

Korban Tidak Respon
Periksa leher dan tulang belakang.
Pemeriksaan Airway, Breathing, Circulation
Jika nafas korban terasa dan nadi korban teraba, pertahankan posisi yang baik (posisi pemulihan).
Jika nafas korban tidak terasa, nafas bantuan awal 2x.
Jika diperlukan, lakukan RJP, meliputi:
Tentukan titik tekan
Memberikan bantuan ventilasi-kompresi (2 penolong)
Memeriksa ulang denyut nadi dan nafas.
Posisi miring stabil..
Pemeriksaan Fisik+GSS (sama dengan korban respon)
Pemeriksaan tanda-tanda vital.
K-O-M-P-A-K
Meminta bantuan
Pengisian kartu pelaporan
Evakuasi
Ketentuan Tambahan untuk wira:
Apabila salah menentukan prioritas utama maka tidak mendapatkan poin yang berhubungan dengan kasus di pos selanjutnya.
Semua penanganan baik terhadap korban prioritas maupun non-prioritas berpengaruh terhadap total nilai.
Untuk perbandingan kompresi BHD-RJP menggunakan ketentuan 30:2
Penanganan RJP langsung pada korban dilakukan di samping korban


Keterangan gambar:
+ Posisi regu penolong saat siap memindahkan korban ke atas tandu



Komandan
Wakil komandan
Anggota A
Anggota B
Caraka


POS AMBULANCE
Penilaian meliputi mekanisme menaikkan korban ke ambulance dan menurunkan korban dari ambulance.
Waktu maksimal naik dan turun ambulance adalah 10 menit (5 menit naik dan 5 menit turun).
Waktu naik ambulance dimulai saat caraka lapor kepada sopir dan berakhir saat caraka menutup pintu depan.
Waktu turun ambulance dimulai saat caraka membuka pintu belakang ambulance dan berakhir saat caraka lapor kembali kepada sopir.
Ambulance dalam kondisi berhenti.
Mekanisme naik ambulance:
Caraka lapor kepada sopir kemudian mengambil tandu ambulance dibantu 1 orang penolong lain dan memeriksa keamanan tandu.
Meletakkan tandu (korban) di atas tandu ambulance.
Caraka masuk ambulance untuk menerima tandu sementara anggota yang lain masuk bergantian.
Caraka keluar ambulance, mengambil bendera dan menutup pintu ambulance kemudian duduk disamping sopir.
Mekanisme turun ambulance:
Caraka membuka pintu ambulance, meletakan bendera kemudian membantu anggota lain menarik tandu (korban) keluar.
Memindahkan tandu (korban) dari tandu ambulance.
Caraka dan 1 orang penolong yang lain mengembalikan tandu ambulance.


POS RUMAH SAKIT
Waktu maksimal 10 menit.
Waktu dimulai saat caraka lapor kepada petugas rumah sakit
Teknis
Caraka melaporkan kepada petugas rumah sakit (juri), kemudian mengatur, memeriksa, dan membereskan tempat tidur.
Tandu masuk RS dengan kepala korban terlebih dahulu.
Meletakkan tandu sejajar dengan tempat tidur RS, penolong meletakkan korban di atas tempat tidur , sedangkan tandu dibawa keluar.
Setelah korban diperiksa lagi, penolong menyerahkan kepada juri (petugas rumah sakit)
Kartu pelaporan juga diserahkan kepada petugas rumah sakit (juri)
Penilaian :
Mekanisme evakuasi
Kerjasama regu
Teknik pemindahan korban (tertib dan aman)
Tanya jawab prioritas pertolongan dan penanganan.

Penilaian PP Keseluruhan
Penilaian yang diberikan merupakan hasil yang dicapai dan dibuktikan dalam perlombaan.
Kriteria pertolongan:
Kelengkapan peserta
Ketepatan dan ketrampilan dalam memberikan pertolongan.
Kerjasama Regu/kekompakan,
Kebersihan/Sterilisasi
Ketepatan waktu.
Kebenaran menjawab soal yang diberikan.
pelaporan korban,
kartu riwayat penderita
Pengumpulan nilai:
Data nilai diserahkan pada petugas rekapitulasi.
Hasil rekapitulasi nilai digunakan dalam menentukan juara.
Keputusan hasil juara dituangkan dalam suatu surat keputusan.
Seluruh hasil penilaian yang didapat menjadi hak milik panitia.
Pada setiap pos, setiap regu diberi tahu hasil penilaian dari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan. Kecuali tes tulis.
Komplain mengenai hasil penilaian dilakukan di area lomba dengan waktu maksimal 5 menit. Panitia tidak menerima complain tentang hasil penilaian setelah berita acara dan forpen ditanda tangani.
Sistem penjurian terbuka (peserta dapat melihat dan menandatangani blanko nilai).

Penjurian

Juri memiliki persyaratan khusus yang ditentukan oleh panitia pelaksanaan lomba.

Ketentuan umum
Kawasan pelaksanaan PP merupakan kawasan tertutup, pengambilan gambar hanya boleh dilakukan oleh panitia. Tidak boleh ada pelatih dan official yang ikut masuk
Selain peserta, panitia dan juri, dilarang memasuki area pelaksanaan lomba PP
Yang bertindak sebagai penolong maupun korban ditentukan sendiri oleh peserta. Namun posisi penolong ditentukan panitia dan yang dipilih menjadi korban menjadi bagian peserta tes tulis.
Jika dalam batas waktu yang telah ditetukan pelaksanaan belum selesai, maka pelaksanaan akan dihentikan dan dinilai apa adanya. Khusus untuk pembuatan tandu bisa diselesaikan atau diperbaiki seusai dinilai

Anatomi tubuh manusia

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan  bentuktubuh

Fisiologi adalah Ilmu yang mempelajari faal (fungsi) bagian dari alat atau jaringantubuh.

Posisi Anatomis
manusia diproyeksikan menjadi suatu posisi yang dikenal sebagai posisi anatomis, yaitu berdiri tegak, ke dua lengan di samping, telapak tangan menghadap ke depan. Kanan dan kiri mengacu pada kanan dan kiri penderita.

Bidang Anatomis
Dalam posisi seperti ini tubuhmanusia dibagi menjadi beberapa bagian oleh 3 buah bidang khayal:
Bidang Medial; yang membagitubuh menjadi kiri dan kanan
Bidang Frontal; yang membagitubuh menjadi depan (anterior) dan bawah (posterior)
Bidang Transversal; yang membagitubuh menjadi atas (superior) dan bawah (inferior)





Pembagian tubuhmanusia
Tubuhmanusia dikelilingi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. Secara garis besar, tubuhmanusia dibagi menjadi :
Kepala : Tengkorak, wajah, dan rahang bawah
Leher
Batangtubuh : Dada, perut, punggung, dan panggul
Anggota gerak atas :
Sendi bahu, lengan atas, lengan bawah, siku, pergelangan tangan, tangan.
Anggota gerak bawah :
Sendi panggul, tungkai atas, lutut, tungkai bawah, pergelangan kaki, kaki.

Selain pembagian tubuhmaka juga perlu dikenali 5 buah rongga yang terdapat di dalam tubuhyaitu :

Rongga tengkorak : Berisi otak dan bagian-bagiannya
Rongga tulang belakang : Berisi bumbung saraf atau “spinal cord”
Rongga dada : Berisi jantung dan paru
Rongga panggul : Berisi kandung kemih, sebagian usus besar, dan organ reproduksi dalam
Rongga perut (abdomen)

Berisi berbagai berbagai organ pencernaan Untuk mempermudah perut manusia dibagi menjadi 4 bagian yang dikenal sebagai kwadran sebagai berikut:
i. Kwadran kanan atas (hati, kandung empedu, pankreas dan usus)
ii. Kwadran kiri atas (organ lambung, limpa dan usus)
iii. Kwadran kanan bawah (terutama organ usus termasuk usus buntu)
iv. Kwadran kiri bawah (terutama usus).

Sistem dalam tubuhmanusia
Agar dapat hidup tubuhmanusia memiliki beberapa sistem:
1. Sistem Rangka (kerangka/skeleton)
a. Menopang bagiantubuh
b. Melindungi organtubuh
c. Tempat melekat otot dan pergerakantubuh
d. Memberi bentuk bangunantubuh

2. Sistem Otot (muskularis)
Memungkinkantubuh dapat bergerak

3. Sistem pernapasan (respirasi)
Pernapasan bertanggung jawab untuk memasukkan oskigen dari udara bebas kedalam darah dan mengeluarkan karbondioksida daritubuh.

4. Sistem peredaran darah (sirkulasi)
Sistem ini berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruhtubuh.

5. Sistem saraf (nervus)
Mengatur hampir semua fungsi tubuhmanusia. Mulai dari yang disadari sampai yang tidak disadari

6. Sistem pencernaan (digestif)
Berfungsi untuk mencernakan makanan yang masuk dalamtubuh sehingga siap masuk ke dalam darah dan siap untuk dipakai olehtubuh

7. Sistem Klenjar Buntu (endokrin)

8. Sistem Kemih (urinarius)

9. Kulit

10. Panca Indera

11. Sistem Reproduksi

Pengenalan Pertolongan Pertama

Apakah Definisi Pertolongann Pertamaa ?

Pertolongann Pertamaa (PP) adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongann dari tenaga medis. Ini berarti :
Pertolongann Pertamaa harus diberikan secara cepat.
Pertolongann Pertamaa harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban

Apa saja Tujuan utama Pertolongann Pertamaa?
Tujuan utama pertolongann pertamaa adalah untuk :
Mempertahankan penderita tetap hidup atau terhindar dari maut
Membuat keadaan penderita tetap stabil
Mengurangi rasa nyeri, ketidak-nyamanan dan rasa cemas
Menghindarkan kecacatan yang lebih parah

Siapa saja Pelaku Pertolongann Pertamaa ?

Pelaku pertolongann pertamaa adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar. Secara umum semua orang boleh memberikan pertolongan.

Klasifikasi Penolong:
a. Orang Awam : Tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongann pertamaa
b. Penolong pertama : Kualifikasi ini yang dicapai oleh KSR PMI
c. Tenaga Khusus/Terlatih :
Tenaga yang dilatih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan di Lapangan

Apa saja Kualifikasi Seorang Pelaku Pertolongann Pertamaa ?

Agar dapat menjalankan tugas, petugas penolong harus memiliki kualifikasi sebagai berikut
Jujur dan bertanggungjawab.
Memiliki sikap profesional, kematangan emosi. dan Kemampuan bersosialisasi.
Selalu dalam keadaan siap, khususnya secara fisik
Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi PMI.

Apa saja Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama ?
Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya
Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
Memberikan pertolongandengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban
Meminta bantuan / rujukan
Ikut menjaga kerahasiaan dengan petugas lain yang terlibat
Mempersiapkan untuk ditransportasikan

Peralatan Dasar Pelaku PertolonganPertama (Alat Pelindung Diri)

Sarung Tangan Lateks
berguna untuk melindungi diri karena pada dasarnya semua cairan tubuh dianggap dapat menularkan penyakit
Kacamata Pelindung
berguna untuk melindungi mata dari percikan darah maupun mencegah cedera akibat benturan atau kelilipan pada mata saat melakukan pertolongann.
Baju pelindung
berguna untuk mencegah merembesnya cairan tubuh penderita melalui baju penolong.
Masker Penolong
berguna untuk mencegah penularan penyakit penyakit melalui udara.
Masker RJP
diperlukan bila akan melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Helm
Dipakai apabila akan bekerja di tempat yang rawan akan jatuhnya benda untuk mencegah terjadinya cedera pada kepala saat melakukan pertolongann.
Apa saja Peralatan yang dibutuhkan dalam Pertolongann Pertamaa? Penutup Luka misalnya kasa steril
Pembalut misalnya pembalut segitiga (mitella) dan pembalut gulung
Cairan Antiseptik misalnya alkohol
Cairan Pencuci Mata misalnya boorwater
Peralatan stabilisasi misalnya bidai dan papan spinal panjang
Gunting
Senter

Tandu
Tensimeter dan Stetoskop
Kapas
Pinset
Senter
Alat Tulis
Kartu penderita

PERAWATAN KELUARGA ( PK )

Pengertian
Perawatann keluargaa adalah perawatan yang dilakukan oleh anggota keluargaa itu sendiri dengan menggunakan alat-alat yang ada di lingkungan keluarga itu dan sederhana tetapi hasilnya memuaskan.

Dasar-dasar
Maksu
a. Karena RS penuh / jumlah RS kurang, serta tenaga Dokter dan perawat kurang.
b. Karena pengaruh keadaan ekonomi, tidak semua orang mampu membayar ongkos
Rumah Sakit.
c. Karena faktor kepercayaan / keinginan si penderita yang tidak menginginkan
untuk dirawat diluar.
Tujua
a. Meringankan keadaan si korban.
b. Mempercepat upaya penyembuhan.
c. Memperkecil penularan.
d. Mendidik anggota keluarga untuk menghemat.
e. Membiasakan hidup sehat.
Fungsi
a. Pengamatan terhadap penderita.
b. Tindakan perawatan
c. Tindakan pengobatan
d. Pencatatan.
e. Penyuluhan kesehatan.
Sasaran
a. Penderita yang layak dirawat dirumah.
b. Bayi dan anak yang tidak terawat.
Alasan
a. Secara psikologis orang yang sakit lebih senang dirawat di rumah sendiri.
b. Dapat menghemat waktu dan biaya.
c. Dirawat oleh anggota keluarga sendiri dapat mempercepat penyembuhan.
Pelaku
a. Siapa saja asal mendapat pendidikan sebelumnya.
b. Mereka yang mampu menyelenggarakan.
Sifat pelaku
a. Mempunyai rasa kasih sayang.
b. Adanya suatu keinginan untuk melakukan perawatan keluarga.
c. Mengutamakan kepentingan si penderita.
d. Sehat jasmani dan rohani.
e. Bertanggungjawab
f. Terbuka

Langkah-langkah Persiapan.

1. Persiapan
a. Mencuci tangan. Tujuannya :
Setiap pelaku PK sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, pelaku PK harus mencuci
tangan.
Tujuannya yaitu :
Membersihkan tangan dari segala kotoran
Menjaga kesehatan pelaku
Mencegah penularan penyakit
Melatih suatu kebiasaan yang baik

Cara Pelaksanaan :
Lepaskan seluruh perhiasan di tangan seperti arloji, cincin, dan gelang
Buka kran/siram air dari ketel
Gosok putaran kran dengan sabun kemudian dibilas
Basahi tangan sampai siku dan beri sabun hingga berbusa. Bila perlu dengan sikat tangan mulai dari telapak tangan, sela-sela jari, kuku, punggung tangan, dan lengan sampai siku
Sabun disiram air sebelum diletakkan kembali pada tempatnya
Bilas tangan sampai bersih
Tutup kran dan keringkan tangan dengan handuk
Selesai

b. Memakai celemek, fungsinya :
Celemek adalah bentuk pakaian untuk menutup pakaian pelaku PK pada waktu merawat
orang sakit.
Tujuan : Melindungi pakaian pelaku dari kotoran dan mencegah penularan penyakit.
Cara menggunakan celemek:
Setelah mencuci tangan pegang tali penggantung celemek
Masukkan melalui kepala
Kedua tali diikat pada bagian belakang dengan ikatan yang mudah dilepaskan

Cara menggantung celemek setelah dipakai:
Apabila di dalam ruangan orang sakit : bagian luar celemek terlihat dari luar
Apabila di luar ruangan orang sakit : bagian dalam celemek terlihat dari luar
- Untuk menghindari penularan.
- Melindungi pakaian.

c. Urutan tindakan
a. Persiapan pelaku.
b. Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan.
c. Persiapan penderita.
d. Pelaksanaan.
e. Selesai.

Hal-hal yang dilakukan :
a. Membersihkan tempat tidur si penderita.
b. Penggantian dan pemasangan sprai.
c. Pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh dengan thermometer.
d. Pemberian makan dan minum.
e. Pemberian obat.

Alat-alat yang diperlukan :
a. Alat-alat untuk tidur
b. Celemek
c. Thermometer
d. Obat-obatan
e. Alat mandi
f. Pispot
g. Pasu najis
h. Alat kompres

Monday, October 22, 2012

SEjarah SMA Negeri 3 Slawi

SMA Negeri 3 Slawi telah banyak prestasi yang diperoleh. Prestasi yang disandangnya ini dari akar sejarah kelahirannya.SMA Negeri 3 Slawi lahir sebagai dampak diberlakukanya Undang-undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Akibat lahirnya Undang-undang tentang SISDIKNAS (pasal 28 ayat 1 dan 3)tersebut seluruh SPG baik negri maupun swasta se Indonesia dialihfungsikan menjadi SMA atau sekolah kejuruan yang lain. Berdasarkan surat perintah dari Kakanwil Debdikbud Prov. Jawa Tengah, SPG Negeri Slawi yang telah berdiri sejak 1965 dialihfungsikan menjadi SMA Negeri 3 Slawi. Tahun pelajaran 1991/1992 SMA Negeri 3 slawi mulai membuka pendaftaran siswa baru. Siswa yang diterima sebanyak 6 kelas dengam nem terendah 32. Bulan Agustus 1991 Bapak Drs. Rojikin diangkat sebagai kepala sekolah yang pertama di SMA Negeri 3 Slawi. Beliau semula guru SMA Negeri Balapulang. Tanggal 5 September 1991 terbut SK Mendikbud No. 0519/0/1991 telah alih fungsi SPG Negeri Slawi menjadi SMA Negeri 3 Slawi.
Dengan luas areal tanah 3,5 Ha dan letaknya yang stratergis serta ditumbuhi pepohonan yang rindang membuat udara di SMA Negeri 3 Slawiterasa sejuk dan asri. Terlebih ditunjang dengan sarana dan prasrana untuk KBM yang memadai, sarana olah raga dan kesenian yang cukup representatif serta konsistensi, kedisiplinan sepertin yang pernah diterapkan pada siswa SPG, SMA Negeri 3 Slawi berusaha untuk terus memacu prestasi demi prestasi.
Dia antara prestasi yang telah dicapai oleh SMA Negeri 3 Slawi, antara lain selama 3 tahun berturut-turut mulai tahun pelajaran 2001/2002, tahun 2002/2003 dan tahun 2003/2004 berhasil meluluskan 100% siswa dan menduduki peringkat II tingkat Kabupaten Tegal. Disamping itu SMA Negeri 3 Slawi telah mampu menorehkan prestasi yang cukup baik dibidang non akademis maupun akademis.
ANGGA. Powered by Blogger.